Aparatus Golgi


Kelompok 3
APARATUS GOLGI
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah: Biologi Sel
Dosen: Ayatusa’adah, M.Pd.
Disusun Oleh: 
Sendi Okta Saputra     Nim: 1701140498



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
 FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
TAHUN 1440 H / 2019 M








Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul APARATUS GOLGI yang baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, Penyusun mengucapkan terima kasih kepada  Ibu Ayatusa’adah, M.Pd. selaku dosen pengampu pada mata kuliah Biologi Sel yang telah memberikan bimbingan kepada kami, sehingga makalah ini bisa terselesaikan tepat pada waktunya. Penyusun juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Melalui makalah ini, Penyusun menjelaskan sejarah penemuan, pengertian, struktur dan fungsi aparatus golgi. Oleh sebab itu, penyusun berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis umumnya dan pembaca khususnya.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun  makalah ini. Oleh karena itu, Penyusun mengharapkan agar para pembaca bisa memberikan pendapat berupa  kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini,agar di masa mendatang penulis dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.  Atas perhatian dan waktunya, penyusun sampaikan banyak terima kasih.



Palangka Raya, Maret 2019


Penyusun








BAB IPENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Sel merupakan unit dasar struktural, fungsional, hereditas, genetika, dan reproduksi yang di dalamnya membahas tentang struktr dan fungsi. Dimana tidak ada satupun yang lebih kecil daripada sel.
Berdasarkan struktur internalnya, sel dibedakan atas dua golongan yaitu prokariotik dan eukariotik. Pada sel prokariotik, senyawa genetik terdapat dalam satu badan inti atau badan sebelum inti yang tidak dikelilingi membrane. Sedangkan pada sel eukariotik yang terdapat dalam semua sel hewan dan tumbuhan, inti sel yang amat kompleks dan telah jauh berkembang, dikelilingi oleh selubung inti yang terdiri dari dua membran atau membran ganda yang berdekatan. Kedua membrane menyatu di sekitar pori-pori inti yang berdiameter kira-kira 90 nm sehingga berbagai senyawa antara inti sel dan sitoplasma terdapat pada berbagai organel antara lain reticulum endoplasma (RE), mitokondria, lisosom, ribosom, dan diktikosom (badan golgi). Masing-masing organel ini dengan berbagai bentuk dan ukuran mempunyai struktur yang khas dalam jumlah yang bervariasi dengan fungsi tertentu di dalam sitoplasma.
Salah satu organel yang paling dekat dengan RE, yaitu apparatus golgi. RE merupakan organel yang menghasilkan enzim hormon dan senyawa-senyawa lainnya hasil sintesis fosfolipid dan kolesterol. Senyawa-senyawa tersebut diperlukan oleh sel, baik untuk sarana reparasi maupun aktivitas sel lainnya. Beberapa senyawa tersebut disintesis dalam keadaan belum siap benar untuk digunakan oleh sel (mature) maka harus ada organel melakukan tugas tersebut dan organel tersebut adalah aparatus golgi.

      1. Bagaimana sejarah penemuan aparatusgolgi?
            2. Apa pengertian aparatus golgi?
            3. Bagaimana struktur dari aparatusgolgi?
            4. Apa fungsi aparatus golgi?

      1. Untuk mengetahui sejarah penemuan aparatusgolgi. 
      2. Untuk mengetahui pengertian aparatusgolgi.
      3. Untuk mengetahui struktur dari aparatusgolgi.  
      4. Untuk mengetahui fungsi aparatusgolgi.





BAB II PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

C. Golgi ( 1898) menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel saraf. Ia menamakannya “ the internal reticular apparatus”. Dengan perawarnaan campuran osmium tetra-oksida dan ribidium bikhromat, Golgi dapat menentukan jala itu, terletak sekitar inti dan berwarna kuning gelap. Belakangan beberapa ahli Sitologi yang mempergunakan pewarnaan lain dapat melihat organel yang sama, bukan saja pada sel saraf, tapi juga pada sel jaringan lain.
Perrincito  (1910) mengemukakan, organel ini terdiri dari sekelompok diktiosom (jalinan). Diktiosom itu di bawah MC tampak terdiri dari 2 bagian:
  1. Bagian mengendap atau bagian kromofil;
2. Bagian yang tak mengendap atau bagian kromofob ( bagian yang menarik atau menolak zat warna)
Selama 50 tahun alat Golgi (AG) masih diperdebatkan, apakah suatu struktur yang rill atau hanya artefact.Artefact ialah suatu struktur sekunder yang timbul karena reagen atau pewarnaan dan tak terdapat dalam sel atau jaringan hidup.Para peneliti melihat, pada sel kelanjar AG dapat berubah sesuai dengan aktivitas organnya. Sampai akhir tahun 1949 dinyatakan, bahwa AG adalah betul artefact, sebab di temukan gambaran yang sama jika di warnai dengan teknik resapan logam berat atau campuran lemak dan air. Ada juga ahli Sitologi berpendapat, bahwa AG berkaitan dengan sintesis protein.
Keadaan AG yang sebenarnya diketahui setelah ME dipakai dalam Sitologi pada awal th. 1950. Mollenhauer dkk (1967) menemukan lebih terinci da definif ultrastruktur organel ini.
Telah terbukti pula kini, bahwa organel ini di jumpai dalam hampir semua jenis sel hewan dan tumbuhan.[1]

B.     Pengertian Aparatus Golgi
Aparatus Golgi (disebut juga badangolgi, kompleks golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi.Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Aparatusgolgi dan RE mempunyai hubungan erat  dalam sekresi protein sel.RE menampung dan menyalurkan protein ke golgi. Golgi  mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga terbentuk  glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya  disekresikan itulah maka golgi disebut pula sebagai organel sekretori
Kompleks (aparat) golgi telah diketahui ahli mikroskop jauh sebelum penemuan mikroskop electron. Pada sajian mikroskop cahaya yang di dalam dengan garam perak, terlihat aparat golgi sebagai bangunan kecil berbentuk tidak teratur biasanya dekat inti. Dengan mikroskop electron terlihat aparat  ini terdiri atas membran serupa yang terdapat pada retikulum endoplasma lain. Membran-membran itu membentuk dinding sejumlah kantung gepeng yang bertumpuk.Di bagian tepi kantung ini menyatu dengan vesikel-vesikel bulat kecil.
Kompleks golgi berkaitan erat dengan pembentukan beberapa produk sekresi, terutama yang mengandung karbohidrat. Unsur protein produk ini dibuat di retikulum endoplasma kasar. Pada kompleks golgi ditambahkan karbohidrat pada protein, membentuk kompleks karbohidrat-protein. Komleks ini dibentuk di dalam sisterna aparat golgi. Mereka bergerak ke tepi sisterna, memisahkan diri dari kompleks golgi karena terkumpul dalam vakuol sekresi bermembran.
Membran kompleks golgi menjadi tempat melekatnya enzim yang berhubungan dengan pembuatan karbohidrat. Lisosom dapat juga dihasilkan di kompleks golgi. Aparat golgi juga merupakan situs sintesis polisakarida, umpamanya pada mukus. Selulosa yang disekresikan oleh sel tumbuhan untuk membentuk dinding sel sintesis pada aparat golgi. [2]




Aparatus golgi dijumpai pada hampir semua sel  tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, aparatusgolgi  disebut diktiosom. Aparatusgolgi tersebar dalam sitoplasma dan merupakan  salah satu komponen terbesar dalam sel. 

Gambar 1. Aparatus Golgi

Aparatus golgi (A. Golgi) terdiri dari setumpuk kantong pipih tersusun dari membran yang serupa dengan membran sel. Kantong pipih ini disebut dengan sisterna (cisternae). Cisternae merupakan bangunan dasar yang menjadi ciri AG. Terdiri sekitar 5 lempeng cisterna berupa kantung gepeng tertekuk. Bagian tepi tiap cisterna biasanya menggembung dan berlobang-lobang dan terdapat pembuluh yang menghubungkan semua cisternae sesamanya. Daerah tepi itu juga memiliki tonjolan-tonjolan yang akan lepas membentuk vesikula-vesikula atau membentuk cisterna baru.Tumpukan kantong pipih ini disebut diktiosom.
Bagian vesikula terdapat di bawah bagian cisternae, sedangkan bagian vakuola berada di atas (sebelah ke puncak sel). Kedua bagian ini vesikula dan vakuola terdiri dari banyak gelembung. Isi setiap vesikula lebih terang daripada isi vakuola. Isi vakuola sudah berupa bahan sekresi (getahan).
Bagian vesikula tumbuh dari retikulum endoplasma atau selaput inti makin dekat dengan bagian cisterna vesikula bergabung membentuk cisterna baru, cisterna sebelah atas sementara itu pecah-pecah menjadi vakuola-vakuola yang berisi bahan sekresi. Karena itu aparatus golgi tumbuh terus menerus dari bawah.
Cisterna bentuknya pipih tapi sedikit menggembung pada pinggirnya. Di sekitar sisterna terdapat vesikel-vesikel yang tersebar dengan berbagai ukuran, beberapa di antaranya bertunas dari atau berfusi dengan bagian tepi dari sisterna. Baik kantong pipih maupun vesikel-vesikel yang terdapat di seputar aparatus golgi pada umumnya mengandung senyawa yang konsetrasnya pekat dan padat. Senyawa ini terdiri dari protein atau glikoprotein yang bergerak diantara sisterna-sisterna golgi menuju ke membran sel lisosom atau vakuola pada sel tumbuhan.
Aparatus golgi biasanya berasosiasi dengan REK, bukan menyatu utuh tetapi terpisah oleh jarak yang sempit, dan vesikel-vesikel protein. Vesikel ini disebut dengan vesikel transisi atau peralihan. Beberapa dari vesikel yang muncul dari Re tersebut bergabung dengan sisterna golgi yang paling dekat, sehingga terjadi pengangkutan protein dengan vesikel transisi dari REK ke aparatus golgi. Sisi dari aparatus golgi yang menghadap RE dikenal dengan nama cis atau daerah pembentukan. Sedangkan daerah yang berlawanan disebut trans atau daerah pemasakan. Di sini vesikel muncul dan berfusi dengan vesikel yang lebih besar. Vesikel yang berisi senyawa-senyawa imature yang berasal dari REK akan bergerak dari cis melalui sisterna-sisterna menuju ke daerah trans untuk kemudian meninggalkan sisterna dalam keadaan senyawa-senyawa yang dikandungnya dalam keadaan mature atau siap disekresikan. Senyawa tersebut akan disimpan dalam vesikel sekretori, lisosom atau tetap disimpan dalam vesikel. Sepanjang perjalanan ini senyawa-senyawa imatur ini akan dimatangkan atau jika perlu disortir oleh enzim-enzim yang terdapat di aparatus golgi.
Aparatus golgi juga menerima protein yang berasal dari luar sel. Protein tersebut masuk dengan cara endositosis selanjutnya akan masuk atau bersatu dengan sisterna aparatus golgi.
Analisis kimia aparatus golgi menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat di aparatus golgi serupa dengan senyawa yang berada di membran sel maupun RE. Senyawa tersebut misalnya fosfolipid dan lemak netral, protein yang terdiri dari glikoprotein, mukorotein dan enzim. Transferase glikosil adalah enzim yang banyak terdapat di aparatus golgi.Dalam struktur aparatus golgi ternyata jumlah dan keaktifan suatu senyawa berbeda-beda.[3]

Aparatus Golgi merupakan tempat untama sintesis karbohidrat serta sebagai tempat memilah dan dispatching station untuk produk retikulum endoplasma, membungkusnya dan menstranfernyadalam bentuk vesikula dan merakit makromolekul, seperti karbohidrat, protein dan lipid. Banyak polisakarida sel di buat di dalam aparatus golgi, termasuk pektin dan hemiselulosa dari dinding sel tumbuhan serta sebagaian besar glikosaminoglikan dari matriks ekstraseluler pada hewan. Selain berperan sebagai lintasan keluar dari retikulum endoplasma, aparatus golgi juga menambahkan rantai oligosakarida ke protein dan lipid yang dikirimkan retikulum endoplasma. Oligosakarida ini nantinya akan berperan sebagai penanda untuk mengarahkan protein tertentu menuju vesikula yang membawa mereka ke lisosom dan ke tujuan lainnya.
Aparatus golgi atau badan golgi berfungsi sebagai bagian sel pengirim dan penerima. Material diterima saat vesicle bersatu dengan aparatus golgi dan dikirimkan ke bagian lain saat vesicle lepas. Material sementara disimpan pada badan golgi dan sementara disimpan pada badan golgi dan beberapa reaksi kimia selanjutnya terjadi disana. Aparatus golgi merupakan organel pendistribusi dan pengiriman untuk produk kimia sel. Aparatus golgi memodifikasi protein dan lemak yang di buat di reticulum endoplasma dan menyiapkannya untuk diekspor keluar sel.
Oligosakarida kompleks dibangun melalui kombinasi oligosakarida terikat N dari RE dan selanjutnya di tambahkan gula. Sebaliknya, oligosakarida kaya manosa tidak mempunyai gula baru yang di tambahkan di dalam aparatus golgi. Mereka hanya mengandung dua N-asetilglukosamin dan beberapa residu manosa, hampir sama jumlahnya dengan prekursor oligosakarida terikat lipid yang ada di RE. Pembentukan dua  macam oligosakarida ini tergantung dengan posisinya terhadap protein. Apabila oligosakarida ini dapat di akses untuk proses enzim di aparatus golgi , ia akan di uabah dalam bentuk kompleks. Namun, apabila gulanya terikat kuat pada permukaan protein ia akan tetap dalam bentuk kaya manosa. Pemrosesan ini tersusun sedemikian rupa sehingga setiap tahapannya akan sangat tergantung pada tahapan sebelumnya. Tahap pemrosesan adalah tiga molekul glukosa di lepaskan dengan bantuan enzim glukosidase I dan II, kemudian satu molekul manosa dilepas dengan bantuan enzim RE manosidase.Tahap I ini berlangsung di lumen RE. Tahap selanjutnya terjadi di aparatus golgi. Golgi manosidase I melepaskan tiga molekul manosa.N-asetilglukosamin transferase I menambahkan satu moekul GlcNAc.Golgi manosidase II melepaskan dua molekul manosa.Ditambahkan dua GlcNAc, tiga galaktosa dan tiga NANA sehingga terbentuk oligosakarida kompleks.
 
Gambar 2. Tahap Pemerosesan oligosakarida di lumen RE dan KG

Memperlihatkan secara skematis pembagian fungsional masing-masing kompartemen pada kompleks golgi.
 
Gambar 3. Pembagian fungsional masing-masing kompartemen pada kompleks golgi

Transpor yang terjadi di kompleks golgi berlangsung dengan dua cara, yakni melalui Transpor Vesikular dan Pematangan Sisterna. Proses transpor vesikular terjadi melalui pertunasan satu sisterna dan berfusi dengan sisterna berikutnya. Dengan demikian, aparatus golgi merupakan struktur yang relatif statis. Enzimnya terdapat di satu tempat, sementara molekul yang diangkut bergerak dari satu sisterna ke sisterna lain dengan dibawa oleh vesikula transpor.Proses lainya adalah model pematangan sisterna, yakni aparatus golgi dipandang sebagai stuktur yang dinamis dan sisterna bergerak melintasi tumpukan kompleks golgi. Vesikular tubular cluster yang datang dari RE berfusi satu sama lain menjadi jaringan cis golgi yang secara progresif akan matang menjadi cis sisterna serta membentuk dan berpindah ke tumpukan lain seiring dengan kematangannya.[4]
Gambar 4. Model transfer vesikular dan model pematangan sisterna

Penelitian secara in situ terhadap morfologi dan sitokimia aparatus golgi menunjukkan bahwa aparatus golgi terlibat dalam berbagai kegiatan sel antara lain adalah perakitan protein dan lipid berkarbohidrat tinggi atau (glikosilasi), perbaikan membran sel dan sekresi.
1.      Glikosilasi
Proses glikosilasi sendiri sebenarnya telah di awali sejak dari RE di golgi sifatnya hanya menyempurnakan saja. Sakarida yang terikat pada protein (glikoprotein) dan lipid (glikolipid) pada umumnya adalah D- galaktosa, D-manosa, D-fukosa, N asetil glukosamin, N-asetil-D-galaktosamin dan sebagainya.Glikoprotein sendiri terbentuk akibat adanya ikatan N atau ikatan O antara oligosakarida dengan polipeptida.Oligosakarida ada yang majemuk dan ada yang bermanosa banyak. Di Aparatus golgi oligosakarida bermanosa banyak tidak memperoleh tambahan monosakarida baru, sebaiknya oligosakarida majemuk akan mendapatkan rantai oligosakarida baru yang berasal dari sitosol, di angkut ke lumen golgi melewati transmembran.
Proses glikosilasi berlangsung dengan cara dan tempat yang bervariasi. Pengemasan protein maupun lipid berkarbohidrat dapat terjadi di (1) RE saja, (2) diawali di RE untuk kemudian dilanjutkan di golgi atau (3) hanya terjadi di golgi saja. Sebagai contoh glikosilasi  tiroglobulin oleh epitelium tiroid, imunoglobin oleh plasmosit, musin oleh sel goblet intestinal pengemasannya terjadi di RE untuk kemudian di lanjutkan di aparatus golgi. Sedangkan glikosilasi  protokolagen di fibroblas, lipoprotein plasmatik oleh hepatosit, sintesis pektin dan hemiselulosa hanya terjadi di aparatus golgi.
2.      Menyiapakan Sekret untuk Sekresi Sel
Kita tentunya masih ingat bahwa protein sekresi sendiri sebenarnya sudah di mulai sejak dari RE tempat terjadinya sintesis protein. Protein-protein yang terbentuk akan dipisah-pisahkan kedalam lumen RE sesuai tujuannya. Dari sini protein tersebut akan di angkut kedaerah sis aparatus golgi oleh vesikula pengangkut. Kemudian akan terjadi pemindahan protein-preotein tersebut dari daerah sis menuju  ke daerah trans aparatus golgi. Di daerah trans ini protein-protein tersebut akan di pilah-pilah dan di kemas. Dalam artian untuk disempurnakan sehingga siap disekresikan, misalnya dengan memperpendek rentai polipeptida, memotong rantai polipeptida dengan enzim-enzim tertentu, atau menambah dengan senyawa-senyawa tertentu.Kemudian setiap macam protein atau glikoprotein di tunaskan dalam bentuk vesikula sekretoris untuk di timbun sampai ada isyarat untuk di sekresikan.
Sel-sel yang berfungsi sekretori, untuk proses sekresinya harus menunggu isyarat dari luar. Vesikel sekretoris berasal dari pertunasan pada sisterna golgi daerah trans, untuk pembentukannya melibatkan selubung protein yang disebut klatrin. Klatrin akan terlepas disaat vesikel telah masak (mature). Begitu ada isyarat untuk sekresi maka pensekresian senyawa-senyawa yang terkandung di dalam vesikel sekretoris akan di keluarkan di ke  ekstrasel dengan cara eksositosis. Pada proses ini akan terjadi peleburan antara selaput vesikel sekretoris dengan membran sel. Sehingga senyawa-senyawa penyusun membran vesikel sekretoris akan menjadi komponen penyusun membran sel.
3.      Respirasi Membran Sel
Membran sel yang rusak akan di reparasi atau dipulihkan dengan menggunakan vesikel-vesikel dari aparatus golgi. Vesikel pengangkut dirangsang untuk melebur dengan membran sel setelah meninggalkan aparatus golgi secara kontinyu. Protein transmembran dan lipid membran vesikel ini akan menjadi protein dan lipid baru bagi membran sel, sedangkan protein yang diangkut  vesikula disekresikan ke ruang antar sel.
4.      Pembentuk Senyawa Penyusun Dinding Sel
Ketika terjadi sitokinesis pada pembelahan sel tumbuhan akan terbentuk matriks yang merupakan kumpulan mikrotubula kutup ditengah bidang pembelahan yang memisahkan kedua inti yang sudah terbentuk. Di matriks tersebut terdapat banyak vesikel-vesikel yang berisi bahan baku dinding sel yaitu pektin, selulosa, hemiselulosa dan sebagainya yang berasal dari aparatus golgi atau biasa disebut diktiosom untuk sel tumbuhan. Matriks dan senyawa-senyawa tersebut akan melebur dan membentuk sekat di antara dua buah inti didaerah mikrotubula kutub untuk membentuk dinding sel primer. Dinding sel primer yang terbentuk aka terus disuplai dengan bahan-bahan pembentuk dinding sel yang di kemas dalam vesikel untuk selanjutnya tumbuh menjadi dinding sel sekunder.
5.      Pembentuk Akrosom
Aparatus golgi berperan dalam pembentukan akrosom, yaitu tudung pada spermatozoon. Tudung akrosom ini berasal dari fusi dari vesikel aparatus golgi. Fungsi dari tudung akrosom adalah melisiskan membran sel telur (ovum) pada saat fertilisasi.Karena berisi enzim hidrolitik Hialuronidase. [5]


BAB IIIPENUTUP

PENUTUP

Beberaa ahli seperti C. Golgi ( 1898) menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel saraf. Ia menamakannya “ the internal reticular apparatus” dan Perrincito  (1910) mengemukakan, organel ini terdiri dari sekelompok diktiosom (jalinan). Diktiosom itu di bawah MC tampak terdiri dari 2 bagian yaitu bagian mengendap atau bagian kromofildan bagian yang tak mengendap atau bagian kromofob( bagian yang menarik atau menolak zat warna).
Aparatus Golgi (disebut juga badangolgi, kompleks golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Aparatus Golgi terdiri dari tiga komponen yaitu cisternae, vesikula dan vakuola. Aparatus golgi atau badan golgi memiliki fungsi yaitu sebagai bagian sel pengirim dan penerima.Aparatus golgi dijumpai pada hampir semua sel  tumbuhan dan hewan.

Pada penulisan makalah kali ini diharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan apabila ada kesalahan dalam penulisan diharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun.



Santoso Lucia Maria dan Didi Jaya Santri. 2016. Biologi Molekuler Sel. Jakarta: Salemba Empat.
Sumadi dan MariantiAditya. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tjitrosomo, Siti Soetarmi dan Nawangsari Sugiri. 1983. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Yatim, Wildan. 1991. Biologi Modern Biologi Sel. Bandung : Tarsito.









[1]Wildan Yatim, Biologi Modern Biologi Sel, (Bandung : Tarsito, 1991), hlm. 68-69.
[2]Siti Soetarmi Tjitrosomo dan Nawangsari Sugiri, Biologi, (Jakarta : Erlangga, 1983), hlm. 99.
[3]Sumadi dan Aditya Marianti, Biologi Sel, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2007), hlm. 132-135, cet. I.
[4] Lucia Maria Santoso dan Didi Jaya Santri, Biologi Molekuler Sel,(Jakarta:Salemba Empat, 2016), hlm. 77-79.
[5]Sumadi dan Aditya Marianti, Biologi..., hlm. 135-138.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM INTEGUMEN,RANGKA DAN OTOT

AL-MAKKIYAH DAN AL-MADANIYAH

Ngaji Literasi Dengan Dr. Ngainun Naim, M.Ag