Aparatus Golgi
Kelompok 3
APARATUS GOLGI
Disusun
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata
Kuliah: Biologi Sel
Dosen: Ayatusa’adah, M.Pd.
Disusun Oleh:
Sendi Okta Saputra Nim: 1701140498
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
TAHUN 1440 H / 2019
M
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul “APARATUS GOLGI” yang
baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ayatusa’adah,
M.Pd. selaku dosen pengampu pada mata kuliah Biologi Sel yang telah memberikan bimbingan kepada kami, sehingga makalah ini bisa
terselesaikan tepat pada waktunya. Penyusun juga berterima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Melalui makalah ini, Penyusun menjelaskan sejarah
penemuan, pengertian, struktur dan fungsi aparatus golgi. Oleh sebab itu, penyusun berharap makalah ini bisa bermanfaat
bagi penulis umumnya dan pembaca khususnya.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun
makalah ini. Oleh karena itu, Penyusun mengharapkan agar para pembaca
bisa memberikan pendapat berupa kritik dan saran yang membangun untuk
perbaikan makalah ini,agar di masa mendatang penulis dapat membuat makalah yang
lebih baik lagi. Atas perhatian dan
waktunya, penyusun sampaikan banyak terima kasih.
Palangka Raya, Maret
2019
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB IPENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Sel merupakan unit dasar struktural, fungsional, hereditas, genetika, dan
reproduksi yang di dalamnya membahas tentang struktr dan fungsi. Dimana tidak
ada satupun yang lebih kecil daripada sel.
Berdasarkan struktur internalnya, sel dibedakan atas dua golongan
yaitu prokariotik dan eukariotik. Pada sel prokariotik, senyawa genetik terdapat dalam satu
badan inti atau badan sebelum inti yang tidak dikelilingi membrane. Sedangkan pada
sel eukariotik yang terdapat dalam semua sel hewan dan tumbuhan, inti sel yang
amat kompleks dan telah jauh berkembang, dikelilingi oleh selubung inti yang
terdiri dari dua membran atau membran ganda yang berdekatan. Kedua membrane
menyatu di sekitar pori-pori inti yang berdiameter kira-kira 90 nm sehingga
berbagai senyawa antara inti sel dan sitoplasma terdapat pada berbagai organel
antara lain reticulum endoplasma (RE), mitokondria, lisosom, ribosom, dan
diktikosom (badan golgi). Masing-masing organel ini dengan berbagai bentuk dan ukuran
mempunyai struktur yang khas dalam jumlah yang bervariasi dengan fungsi
tertentu di dalam sitoplasma.
Salah satu organel yang paling dekat dengan RE, yaitu apparatus golgi. RE merupakan
organel yang menghasilkan enzim hormon dan senyawa-senyawa lainnya hasil
sintesis fosfolipid dan kolesterol. Senyawa-senyawa tersebut diperlukan oleh sel, baik untuk sarana
reparasi maupun aktivitas sel lainnya. Beberapa senyawa tersebut disintesis
dalam keadaan belum siap benar untuk digunakan oleh sel (mature) maka harus ada organel melakukan tugas tersebut dan organel
tersebut adalah aparatus golgi.
1. Bagaimana sejarah penemuan aparatusgolgi?
2. Apa pengertian aparatus golgi?
3. Bagaimana struktur dari aparatusgolgi?
4. Apa fungsi aparatus golgi?
1. Untuk mengetahui sejarah
penemuan aparatusgolgi.
2. Untuk mengetahui pengertian aparatusgolgi.
3. Untuk mengetahui struktur dari aparatusgolgi.
4. Untuk mengetahui fungsi aparatusgolgi.
BAB II PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Penemuan Aparatus Golgi
C. Golgi ( 1898) menemukan struktur seperti jala pada
sitoplasma sel saraf. Ia menamakannya “ the internal reticular apparatus”.
Dengan perawarnaan campuran osmium tetra-oksida dan ribidium bikhromat, Golgi
dapat menentukan jala itu, terletak sekitar inti dan berwarna kuning gelap.
Belakangan beberapa ahli Sitologi yang mempergunakan pewarnaan lain dapat
melihat organel yang sama, bukan saja pada sel saraf, tapi juga pada sel
jaringan lain.
Perrincito (1910)
mengemukakan, organel ini terdiri dari sekelompok diktiosom (jalinan). Diktiosom itu di bawah MC tampak terdiri dari
2 bagian:
1. Bagian mengendap atau
bagian kromofil;
2. Bagian yang tak
mengendap atau bagian kromofob (
bagian yang menarik atau menolak zat warna)
Selama 50 tahun alat Golgi (AG) masih diperdebatkan, apakah
suatu struktur yang rill atau hanya artefact.Artefact ialah suatu struktur
sekunder yang timbul karena reagen atau pewarnaan dan tak terdapat dalam sel
atau jaringan hidup.Para peneliti melihat, pada sel kelanjar AG dapat berubah
sesuai dengan aktivitas organnya. Sampai akhir tahun 1949 dinyatakan, bahwa AG
adalah betul artefact, sebab di temukan gambaran yang sama jika di warnai
dengan teknik resapan logam berat atau campuran lemak dan air. Ada juga ahli
Sitologi berpendapat, bahwa AG berkaitan dengan sintesis protein.
Keadaan AG yang sebenarnya diketahui setelah ME dipakai
dalam Sitologi pada awal th. 1950. Mollenhauer dkk (1967) menemukan lebih terinci
da definif ultrastruktur organel ini.
Telah terbukti pula kini, bahwa organel ini di jumpai dalam
hampir semua jenis sel hewan dan tumbuhan.[1]
B.
Pengertian Aparatus Golgi
Aparatus Golgi (disebut
juga badangolgi,
kompleks golgi
atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan
struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel
ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ
tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.Setiap sel hewan
memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga
ratusan badan Golgi.Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Aparatusgolgi dan RE
mempunyai hubungan erat dalam sekresi
protein sel.RE menampung dan menyalurkan protein ke golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat
sehingga terbentuk glikoprotein untuk
dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya
disekresikan itulah maka golgi disebut pula sebagai organel sekretori
Kompleks (aparat) golgi telah diketahui ahli mikroskop jauh sebelum penemuan mikroskop
electron. Pada sajian mikroskop cahaya yang di dalam dengan garam perak,
terlihat aparat golgi sebagai bangunan kecil berbentuk tidak teratur biasanya dekat
inti. Dengan mikroskop electron terlihat aparat
ini terdiri atas membran serupa yang terdapat pada retikulum endoplasma lain.
Membran-membran itu membentuk dinding sejumlah kantung gepeng yang bertumpuk.Di
bagian tepi kantung ini menyatu dengan vesikel-vesikel bulat kecil.
Kompleks golgi berkaitan erat dengan pembentukan beberapa produk sekresi,
terutama yang mengandung karbohidrat. Unsur protein produk ini dibuat di retikulum endoplasma kasar.
Pada kompleks golgi ditambahkan karbohidrat pada protein, membentuk kompleks
karbohidrat-protein. Komleks ini dibentuk di dalam sisterna aparat golgi. Mereka bergerak ke
tepi sisterna, memisahkan diri dari kompleks golgi karena terkumpul dalam vakuol sekresi
bermembran.
Membran kompleks golgi menjadi tempat melekatnya enzim yang berhubungan dengan
pembuatan karbohidrat. Lisosom dapat juga dihasilkan di kompleks golgi. Aparat golgi juga merupakan situs sintesis
polisakarida, umpamanya pada mukus. Selulosa yang disekresikan oleh sel
tumbuhan untuk membentuk dinding sel sintesis pada aparat golgi. [2]
Aparatus golgi dijumpai pada hampir semua sel
tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, aparatusgolgi
disebut diktiosom. Aparatusgolgi tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel.
Gambar 1.
Aparatus Golgi
Aparatus golgi (A. Golgi) terdiri dari setumpuk kantong pipih tersusun dari
membran yang serupa dengan membran sel. Kantong pipih ini disebut dengan
sisterna (cisternae). Cisternae
merupakan bangunan dasar yang menjadi ciri AG. Terdiri sekitar 5 lempeng
cisterna berupa kantung gepeng tertekuk. Bagian tepi tiap cisterna biasanya
menggembung dan berlobang-lobang dan terdapat pembuluh yang menghubungkan semua
cisternae sesamanya. Daerah tepi itu juga memiliki tonjolan-tonjolan yang akan
lepas membentuk vesikula-vesikula atau membentuk cisterna baru.Tumpukan kantong pipih ini disebut diktiosom.
Bagian vesikula terdapat di bawah bagian
cisternae, sedangkan bagian vakuola berada di atas (sebelah ke puncak sel).
Kedua bagian ini vesikula dan vakuola terdiri dari banyak gelembung. Isi setiap
vesikula lebih terang daripada isi vakuola. Isi vakuola sudah berupa bahan
sekresi (getahan).
Bagian vesikula tumbuh dari retikulum endoplasma
atau selaput inti makin dekat dengan bagian cisterna vesikula bergabung
membentuk cisterna baru, cisterna sebelah atas sementara itu pecah-pecah
menjadi vakuola-vakuola yang berisi bahan sekresi. Karena itu aparatus golgi
tumbuh terus menerus dari bawah.
Cisterna bentuknya pipih tapi sedikit menggembung pada pinggirnya. Di
sekitar sisterna terdapat vesikel-vesikel yang tersebar dengan berbagai ukuran,
beberapa di antaranya bertunas dari atau berfusi dengan bagian tepi dari
sisterna. Baik kantong pipih maupun vesikel-vesikel yang terdapat di seputar
aparatus golgi pada umumnya mengandung senyawa yang konsetrasnya pekat dan
padat. Senyawa ini terdiri dari protein atau glikoprotein yang bergerak
diantara sisterna-sisterna golgi menuju ke membran sel lisosom atau vakuola
pada sel tumbuhan.
Aparatus golgi biasanya berasosiasi dengan REK,
bukan menyatu utuh tetapi terpisah oleh jarak yang sempit, dan vesikel-vesikel
protein. Vesikel ini disebut dengan vesikel transisi atau peralihan. Beberapa
dari vesikel yang muncul dari Re tersebut bergabung dengan sisterna golgi yang
paling dekat, sehingga terjadi pengangkutan protein dengan vesikel transisi
dari REK ke aparatus golgi. Sisi dari aparatus golgi yang menghadap RE dikenal dengan
nama cis atau daerah pembentukan. Sedangkan daerah yang berlawanan disebut
trans atau daerah pemasakan. Di sini vesikel muncul dan berfusi dengan vesikel
yang lebih besar. Vesikel yang berisi senyawa-senyawa imature yang berasal dari REK akan bergerak dari cis melalui
sisterna-sisterna menuju ke daerah trans untuk kemudian meninggalkan sisterna
dalam keadaan senyawa-senyawa yang dikandungnya dalam keadaan mature atau siap disekresikan. Senyawa
tersebut akan disimpan dalam vesikel sekretori, lisosom atau tetap disimpan
dalam vesikel. Sepanjang perjalanan ini senyawa-senyawa imatur ini akan dimatangkan atau jika perlu disortir oleh
enzim-enzim yang terdapat di aparatus golgi.
Aparatus golgi juga menerima protein yang berasal
dari luar sel. Protein tersebut masuk dengan cara endositosis selanjutnya akan
masuk atau bersatu dengan sisterna aparatus golgi.
Analisis kimia aparatus golgi menunjukkan bahwa
senyawa yang terdapat di aparatus golgi serupa dengan senyawa yang berada di
membran sel maupun RE. Senyawa tersebut misalnya fosfolipid dan lemak netral,
protein yang terdiri dari glikoprotein, mukorotein dan enzim. Transferase
glikosil adalah enzim yang banyak terdapat di aparatus golgi.Dalam struktur
aparatus golgi ternyata jumlah dan keaktifan suatu senyawa berbeda-beda.[3]
Aparatus Golgi
merupakan tempat untama sintesis karbohidrat serta sebagai tempat memilah dan dispatching station untuk produk
retikulum endoplasma, membungkusnya dan menstranfernyadalam bentuk vesikula dan
merakit makromolekul, seperti karbohidrat, protein dan lipid. Banyak polisakarida
sel di buat di dalam aparatus golgi, termasuk pektin dan hemiselulosa dari
dinding sel tumbuhan serta sebagaian besar glikosaminoglikan dari matriks
ekstraseluler pada hewan. Selain berperan sebagai lintasan keluar dari retikulum
endoplasma, aparatus golgi juga menambahkan rantai oligosakarida ke protein dan
lipid yang dikirimkan retikulum endoplasma. Oligosakarida ini nantinya akan
berperan sebagai penanda untuk mengarahkan protein tertentu menuju vesikula
yang membawa mereka ke lisosom dan ke tujuan lainnya.
Aparatus golgi atau badan
golgi berfungsi sebagai bagian sel pengirim dan penerima. Material diterima
saat vesicle bersatu dengan aparatus golgi dan dikirimkan ke bagian
lain saat vesicle lepas. Material
sementara disimpan pada badan golgi dan sementara disimpan pada badan golgi dan
beberapa reaksi kimia selanjutnya terjadi disana. Aparatus golgi merupakan
organel pendistribusi dan pengiriman untuk produk kimia sel. Aparatus golgi
memodifikasi protein dan lemak yang di buat di reticulum endoplasma dan
menyiapkannya untuk diekspor keluar sel.
Oligosakarida kompleks
dibangun melalui kombinasi oligosakarida terikat N dari RE dan selanjutnya di
tambahkan gula. Sebaliknya, oligosakarida kaya manosa tidak mempunyai gula baru
yang di tambahkan di dalam aparatus golgi. Mereka hanya mengandung dua
N-asetilglukosamin dan beberapa residu manosa, hampir sama jumlahnya dengan
prekursor oligosakarida terikat lipid yang ada di RE. Pembentukan dua macam oligosakarida ini tergantung dengan
posisinya terhadap protein. Apabila oligosakarida ini dapat di akses untuk
proses enzim di aparatus golgi , ia akan di uabah dalam bentuk kompleks. Namun,
apabila gulanya terikat kuat pada permukaan protein ia akan tetap dalam bentuk
kaya manosa. Pemrosesan ini tersusun sedemikian rupa sehingga setiap tahapannya
akan sangat tergantung pada tahapan sebelumnya. Tahap pemrosesan adalah tiga
molekul glukosa di lepaskan dengan bantuan enzim glukosidase I dan II, kemudian
satu molekul manosa dilepas dengan bantuan enzim RE manosidase.Tahap I ini
berlangsung di lumen RE. Tahap selanjutnya terjadi di aparatus golgi. Golgi
manosidase I melepaskan tiga molekul manosa.N-asetilglukosamin transferase I
menambahkan satu moekul GlcNAc.Golgi manosidase II melepaskan dua molekul
manosa.Ditambahkan dua GlcNAc, tiga galaktosa dan tiga NANA sehingga terbentuk
oligosakarida kompleks.
Gambar
2. Tahap Pemerosesan
oligosakarida di lumen RE dan KG
Memperlihatkan secara skematis pembagian fungsional
masing-masing kompartemen pada kompleks golgi.
Gambar
3. Pembagian fungsional
masing-masing kompartemen pada kompleks golgi
Transpor yang terjadi di kompleks golgi berlangsung dengan
dua cara, yakni melalui Transpor Vesikular dan Pematangan Sisterna. Proses
transpor vesikular terjadi melalui pertunasan satu sisterna dan berfusi dengan
sisterna berikutnya. Dengan demikian, aparatus golgi merupakan struktur yang
relatif statis. Enzimnya terdapat di satu tempat, sementara molekul yang
diangkut bergerak dari satu sisterna ke sisterna lain dengan dibawa oleh
vesikula transpor.Proses lainya adalah model pematangan sisterna, yakni
aparatus golgi dipandang sebagai stuktur yang dinamis dan sisterna bergerak melintasi
tumpukan kompleks golgi. Vesikular
tubular cluster yang datang dari RE berfusi satu sama lain menjadi jaringan
cis golgi yang secara progresif akan matang menjadi cis sisterna serta
membentuk dan berpindah ke tumpukan lain seiring dengan kematangannya.[4]
Gambar 4.
Model transfer vesikular dan model pematangan sisterna
Penelitian secara in situ terhadap morfologi dan sitokimia
aparatus golgi menunjukkan bahwa aparatus golgi terlibat dalam berbagai
kegiatan sel antara lain adalah perakitan protein dan lipid berkarbohidrat
tinggi atau (glikosilasi), perbaikan membran sel dan sekresi.
1.
Glikosilasi
Proses glikosilasi
sendiri sebenarnya telah di awali sejak dari RE di golgi sifatnya hanya
menyempurnakan saja. Sakarida yang terikat pada protein (glikoprotein) dan
lipid (glikolipid) pada umumnya adalah D- galaktosa, D-manosa, D-fukosa, N
asetil glukosamin, N-asetil-D-galaktosamin dan sebagainya.Glikoprotein sendiri
terbentuk akibat adanya ikatan N atau ikatan O antara oligosakarida dengan
polipeptida.Oligosakarida ada yang majemuk dan ada yang bermanosa banyak. Di
Aparatus golgi oligosakarida bermanosa banyak tidak memperoleh tambahan
monosakarida baru, sebaiknya oligosakarida majemuk akan mendapatkan rantai
oligosakarida baru yang berasal dari sitosol, di angkut ke lumen golgi melewati
transmembran.
Proses glikosilasi
berlangsung dengan cara dan tempat yang bervariasi. Pengemasan protein maupun
lipid berkarbohidrat dapat terjadi di (1) RE saja, (2) diawali di RE untuk
kemudian dilanjutkan di golgi atau (3) hanya terjadi di golgi saja. Sebagai
contoh glikosilasi tiroglobulin oleh
epitelium tiroid, imunoglobin oleh plasmosit, musin oleh sel goblet intestinal
pengemasannya terjadi di RE untuk kemudian di lanjutkan di aparatus golgi.
Sedangkan glikosilasi protokolagen di
fibroblas, lipoprotein plasmatik oleh hepatosit, sintesis pektin dan
hemiselulosa hanya terjadi di aparatus golgi.
2. Menyiapakan Sekret untuk Sekresi Sel
Kita tentunya masih ingat bahwa protein sekresi sendiri
sebenarnya sudah di mulai sejak dari RE tempat terjadinya sintesis protein.
Protein-protein yang terbentuk akan dipisah-pisahkan kedalam lumen RE sesuai
tujuannya. Dari sini protein tersebut akan di angkut kedaerah sis aparatus
golgi oleh vesikula pengangkut. Kemudian akan terjadi pemindahan
protein-preotein tersebut dari daerah sis menuju ke daerah trans aparatus golgi. Di daerah
trans ini protein-protein tersebut akan di pilah-pilah dan di kemas. Dalam
artian untuk disempurnakan sehingga siap disekresikan, misalnya dengan memperpendek
rentai polipeptida, memotong rantai polipeptida dengan enzim-enzim tertentu,
atau menambah dengan senyawa-senyawa tertentu.Kemudian setiap macam protein
atau glikoprotein di tunaskan dalam bentuk vesikula sekretoris untuk di timbun
sampai ada isyarat untuk di sekresikan.
Sel-sel yang berfungsi sekretori, untuk proses sekresinya
harus menunggu isyarat dari luar. Vesikel sekretoris berasal dari pertunasan
pada sisterna golgi daerah trans, untuk pembentukannya melibatkan selubung
protein yang disebut klatrin. Klatrin akan terlepas disaat vesikel telah masak
(mature). Begitu ada isyarat untuk
sekresi maka pensekresian senyawa-senyawa yang terkandung di dalam vesikel
sekretoris akan di keluarkan di ke
ekstrasel dengan cara eksositosis. Pada proses ini akan terjadi
peleburan antara selaput vesikel sekretoris dengan membran sel. Sehingga
senyawa-senyawa penyusun membran vesikel sekretoris akan menjadi komponen
penyusun membran sel.
3. Respirasi Membran Sel
Membran sel yang rusak
akan di reparasi atau dipulihkan dengan menggunakan vesikel-vesikel dari
aparatus golgi. Vesikel pengangkut dirangsang untuk melebur dengan membran sel
setelah meninggalkan aparatus golgi secara kontinyu. Protein transmembran dan
lipid membran vesikel ini akan menjadi protein dan lipid baru bagi membran sel,
sedangkan protein yang diangkut vesikula
disekresikan ke ruang antar sel.
4. Pembentuk Senyawa Penyusun Dinding Sel
Ketika terjadi
sitokinesis pada pembelahan sel tumbuhan akan terbentuk matriks yang merupakan
kumpulan mikrotubula kutup ditengah bidang pembelahan yang memisahkan kedua
inti yang sudah terbentuk. Di matriks tersebut terdapat banyak vesikel-vesikel
yang berisi bahan baku dinding sel yaitu pektin, selulosa, hemiselulosa dan
sebagainya yang berasal dari aparatus golgi atau biasa disebut diktiosom untuk
sel tumbuhan. Matriks dan senyawa-senyawa tersebut akan melebur dan membentuk
sekat di antara dua buah inti didaerah mikrotubula kutub untuk membentuk
dinding sel primer. Dinding sel primer yang terbentuk aka terus disuplai dengan
bahan-bahan pembentuk dinding sel yang di kemas dalam vesikel untuk selanjutnya
tumbuh menjadi dinding sel sekunder.
5. Pembentuk Akrosom
Aparatus golgi
berperan dalam pembentukan akrosom, yaitu tudung pada spermatozoon. Tudung
akrosom ini berasal dari fusi dari vesikel aparatus golgi. Fungsi dari tudung
akrosom adalah melisiskan membran sel telur (ovum) pada saat fertilisasi.Karena
berisi enzim hidrolitik Hialuronidase. [5]
BAB IIIPENUTUP
PENUTUP
Beberaa ahli seperti C.
Golgi ( 1898) menemukan struktur seperti jala pada sitoplasma sel saraf. Ia
menamakannya “ the internal reticular apparatus” dan Perrincito (1910) mengemukakan, organel ini terdiri dari
sekelompok diktiosom (jalinan).
Diktiosom itu di bawah MC tampak terdiri dari 2 bagian yaitu bagian mengendap
atau bagian kromofildan bagian yang tak
mengendap atau bagian kromofob(
bagian yang menarik atau menolak zat warna).
Aparatus Golgi (disebut
juga badangolgi,
kompleks golgi
atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Organel ini terdapat
hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang
melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
Aparatus Golgi terdiri dari tiga komponen yaitu cisternae,
vesikula dan vakuola. Aparatus golgi atau badan
golgi memiliki fungsi yaitu
sebagai bagian sel pengirim dan
penerima.Aparatus golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan.
Pada penulisan makalah kali ini diharapkan semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan apabila ada kesalahan dalam
penulisan diharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun.
Santoso Lucia Maria dan Didi Jaya Santri. 2016. Biologi Molekuler Sel.
Jakarta: Salemba Empat.
Sumadi dan MariantiAditya. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tjitrosomo, Siti Soetarmi
dan Nawangsari Sugiri. 1983. Biologi. Jakarta
: Erlangga.
Yatim, Wildan. 1991. Biologi Modern Biologi Sel. Bandung :
Tarsito.
[1]Wildan Yatim, Biologi Modern Biologi Sel, (Bandung :
Tarsito, 1991), hlm. 68-69.
[2]Siti Soetarmi Tjitrosomo dan Nawangsari Sugiri, Biologi, (Jakarta : Erlangga, 1983), hlm.
99.
[3]Sumadi dan Aditya Marianti, Biologi Sel, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2007), hlm. 132-135, cet. I.
[4] Lucia Maria Santoso dan Didi Jaya Santri, Biologi Molekuler Sel,(Jakarta:Salemba
Empat, 2016), hlm. 77-79.
Komentar
Posting Komentar