SISTEM INTEGUMEN,RANGKA DAN OTOT
MAKALAH
SISTEM
INTEGUMEN,RANGKA DAN OTOT
Di susun untuk memenuhi
salah satu tugas
Mata
Kuliah: Bahasa Indonesia
Dosen
Pengampu : H.FIMEIR LIADI, M. Pd
DI SUSUN OLEH :
SENDI OKTA SAPUTRA
NIM: 1701140498
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKARAYA
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
TAHUN
AJARAN 2017/ 2018 M
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah Swt atas
segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul “SISTEM
INTEGUMEN,RANGKA DAN OTOT” sebagai tugas mata kuliah Biologi Umum yang baik dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan
ini,Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nanik Lestariningsih M.Pd selaku
dosen pengampu pada mata kuliah Biologi Umum yang telah memberikan bimbingan
kepada kami, sehingga makalah ini bisa terselesaikan tepat pada waktunya.Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu menyelesaikan makalah ini.
Melalui makalah ini, Penulis
menjelaskan Pengertian,Fungsi dan bagian-bagian Sistem Integumen,Rangka dan
Otot. Oleh sebab itu, penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi penulis
umumnya dan pembaca khususnya.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu,Penulis mengharapkan
agar para pembaca bisa memberikan pendapat yang berupa kritik dan saran
yang membangun untuk perbaikan makalah ini,agar di masa mendatang penulis dapat
membuat makalah yang lebih baik lagi.
Atas perhatian dan waktunya, penulis sampaikan banyak
terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Palangkaraya,30
Oktober 2017
Tim Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang............................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah.......................................................................................................2
C. Tujuan
......................................................................................................................
.2
BAB II PEMBAHASAN
A. Sistem Integumen..................................................................................................3-6
B. Sistem Rangka.......................................................................................................6-11
C. Sistem Otot............................................................................................................11-12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...............................................................................................................
13
B.
Saran.....................................................................................................................13-14
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sistem
Integumen pada manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat,
kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) dan mekanisme
pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan dalam
tubuh..
Sistem
rangka adalah kumpulan tulang-tulang yang merupakan salah satu alat gerak pasif
pada manusia. Dikatakan alat gerak pasif dikarenakan sistem rangka akan
bergerak jika sistem otot lebih dahulu yang bekerja. Sistem rangka adalah
sebuah sistem gerak dimana antara tulang yang satu dengan yang lain saling
berkesinambungan, sehingga dapat menghasilkan gerak gerak tertentu. Sistem
rangka juga yang memberi bentuk pada tubuh manusia. Unsur pembentuk tulang pada manusia adalah kalsium
dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Rata-rata manusia dewasa
memiliki jumlah tulang sebanyak 206 tulang, sedangkan pada bayi, jumlah ini
akan lebih banyak. Sistem rangka tidak dapat dilihat oleh mata telanjang karena
berada di balik otot. Tulang memiliki peranan penting dalam melindungi
organ-organ dalam tubuh.
otot adalah
sekumpulan sel otot yang membentuk jaringan. Otot adalah alat gerak yang
berfungsi menggerakkan tulang. Sel-sel otot mempunyai kemampuan berkontraksi (bentuk sel otot
memendek) dan melakukan relaksasi
(kembali ke ukuran semula). Oleh karena itu jaringan otot disebut sebagai alat gerak aktif.Otot
terdiri dari tiga jenis yaitu otot polos,otot lurik dan otot jantung. Fungsi lain dari otot-otot dalam tubuh manusia adalah
dukungan. Otot rangka terus bekerja untuk mendukung tubuh dan membantu untuk
mempertahankan postur, apakah seseorang duduk atau berdiri. Otot-otot ini juga
mendukung, menstabilkan dan memperkuat sendi dengan memegang tulang dalam
posisi yang tepat, terutama didaerah dimana bagian-bagian dari sendi tidak
cocok bersama erat seperti bahu dan pinggul.
B. Rumusan Masalah
A.
Apakah yang dimaksud dengan Sistem Integumen,Rangka dan Otot ?
B.
Bagaimanakah Fungsi Sistem Integumen,Rangka dan Otot ?
C.
Apa saja bagian-bagian dari Sistem Integumen, Rangka dan Otot ?
C. Tujuan
A. Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan Sistem
Integumen,Rangka dan Otot ?
B.
Untuk Memgetahui Fungsi Sistem Integumen,Rangka dan Otot ?
C.
Untuk Mengetahui bagian-bagian dari Sistem Integumen, Rangka dan Otot ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sistem Integumen
Sistem integumen adalah adalah sistem
pelindung yang melapisi tubuh dan terdiri atas kuku,rambut,kulit beserta unsur
yang terkait seperti kelenjar minyak dan keringat.mengingat besarnya bagian
yang di lindungi,sebagian besar ilmuan
kerap menyebut bahwa sistem ini
merupakan sistem yang terbesar dalam tubuh manusia.agar menjaga kondisi dan
fungsi yang ada dalam tubuh dapat berjalan dengan baik,sisten integumen saling
bekerja sama dan saling melengkapi dengan sistem lainnya.
Ø Fungsi
sistem integumen
·
Memberikan
perlindungan terhadap organ dan jaringan internal tubuh.
·
Melindungi
terhadap invasi kuman dan penyakait.
·
Melindungi
tubuh dari bahasa dehidrasi.
·
Menanggapi
dan merespon suhu tubuh.
·
Membantu
mengeluarkan limbah.
·
Bertindak
sebagai reseptor terhadap sentuhan,tekanan,nyeri,udara,panas dan dingin.
·
Tempat
penyimpanan air dan lemak.
a. Kulit
Kulit
pada manusia terdiri dari :
1. Epidermis
Epidermis
berasal dari ektoderm, terdiri dari beberapa lapis (multilayer). Epidermis
sering kita sebut sebagai kuit luar.Epidermis merupakan lapisan teratas pada
kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda-beda: 400-600 μm untuk kulit
tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan 75-150 μm untuk kulit tipis
(kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut). Selain sel-sel epitel,
epidermis juga tersusun atas lapisan:
1.
Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses
melanogenesis.Melanosit (sel pigmen) terdapat di bagian dasar epidermis.
2.
Keratinosit, lapisan eksternal kulit tersusun atas keratinosit (zat tanduk)
dan lapisan ini akan berganti setiap 3-4 minggu sekali. Keratinosit yang secara
bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai berikut:
·
Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan
sitoplasma yang dipenuhi keratin.
·
Stratum Lucidum, tidak jelas terlihat dan bila terlihat berupa lapisan
tipis yang homogen, terang jernih, inti dan batas sel tak terlihat.
·
Stratum Granulosum, terdiri atas 2-4 lapis sel poligonal gepeng yang
sitoplasmanya berisikan granul keratohialin.
·
Stratum Spinosum,tersusun dari beberapa lapis sel di atas stratum basale.
Sel pada lapisan ini berbentuk polihedris dengan inti bulat/lonjong.
·
Stratum Basal/Germinativum,
merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, tersusun dari selapis sel-sel
pigmen basal, berbentuk silindris dan dalam sitoplasmanya terdapat melanin.Pada
lapisan basile ini terdapat sel-sel mitosis.
2. Dermis
Dermis Merupakan bagian yang paling
penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin” karena
95% dermis membentuk ketebalan kulit. Dermis atau cutan (cutaneus), yaitu
lapisan kulit di bawah epidermis. Penyusun utama dari dermis adalah kolagen.
Membentuk bagian terbesar kulit dengan memberikan kekuatan dan struktur pada
kulit, memiliki ketebalan yang bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan
mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan
dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular.
1. Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis,
terdiri atas jaringan ikat longgar.
2. Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun
atas jaringan ikat padat tak teratur.
3.
Kelenjar-kelenjar pada kulit
1.
Kelenjar keringat - Menghasilkan keringat terdiri dari: air, garamgaram urea,
sedikit asam amino, asam lemak, dan amoniak. Keringat berfungsi dalam ekskresi
dan keseimbangan tubuh - Kelenjar keringat di daerah ketiak dan selangkangan
bersifat apokrin sehingga keringat bersifat lebih kental dan kadang-kadang
berbau
2.
Kelenjar Ceruminose
·
Terdapat
pada telinga luar, dimana kelenjar keringat berubah menjadi kelenjar ceruminose
·
Bekerjasama
dengan kelenjar sebasea (lemak) untuk menghasilkan
serumen (kotoran
telinga)
B.
Sistem Rangka
Sistem rangka merupakan suatu sistem
yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong
dan melindungi. Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang dengan berbagai
bentuk dan ukuran.
Ø Fungsi
Sistem Rangka
·
Memberi
topangan dan bentuk tubuh.
·
Pergerakan.
·
Perlindungan.
·
Membentuk
sel darah.
·
Tempat
penyimpanan mineral.
·
Sistem
ini juga memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel
darah dan tempat melekatnya otot rangka.
a. Pengelompokkan
Sistem Rangka
1.
Rangka Aksial
Rangka aksial merupakan susunan rangka yang letaknya
sejajar dengan sumbu tubuh.
|
|
|
Contoh Rangka Aksial Tulang Dada
dan Tulang Rusuk
|
Yang termasuk ke dalam rangka aksial adalah :
1. Tulang Tengkorak (Cranium) yang terdiri dari tulang tempurung kepala, tulang
wajah, dan tulang telinga. Tulang tempurung kepala disusun oleh 1 tulang dahi,
2 tulang pelipis, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang baji, 2 tulang tapis, dan 1
tulang kepala belakang. Sedangkan yang menyusun tulang wajah adalah 2 tulang
rahang atas, 2 tulang rahang bawah, 2 tulang langit-langit, 2 tulang air mata,
2 tulang hidung, dan 2 tulang pipi. Tulang tengkorak memiliki fungsi untuk
melindungi otak, baik itu otak besar maupun otak kecil.
2. Tulang Belakang (Vertebrae) yang terdiri dari 7 ruas tulang leher
(cervical), 5 ruas tulang punggung (thorax), 5 ruas tulang pinggang (lumbal), 5
ruas tulang kelangkang (sacrum), dan 4 ruas tulang ekor (coccygeus). Tulang
belakang memiliki fungsi untuk tempat turunnya sistem saraf pusat dari otak dan
memberi bentuk tubuh atas.
3. Tulang Rusuk (costae) yang terdiri dari 7 pasang tulang rusuk sejati
(costae verae), 3 pasang tulang rusuk palsu (costae spuria),dan 2 pasang rusuk
melayang (costae flunctuantes). Tulang rusuk memiliki fungsi untuk melindungi
organ dalam dada seperti jantung, paru-paru, tenggorokan, kerongkongan, dan
lain-lain.
4. Tulang Dada (sternum) yang terdiri dari taju pedang (xifoid), hulu (manubrium sterni) dan bagian
badan (gladiolus). Tulang dada juga memiliki fungsi untuk melindungi
organ-organ dalam dada manusia.
2. Rangka Apendikular
Rangka apendikular merupakan tulang tambahan dari
tulang aksial.
|
Rangka Aendikular
|
1.
Tungkai Atas (extremitas superior) yang terdiri dari gelang bahu (pectoral girdle), dan
tulang tangan. Gelang bahu sendiri disusun oleh dua tulang, yaitu 2 tulang
belikat (scapula) dan 2 tulang selangka (clavicula). Sedangkan tulang tangan
terdiri dari 2 tulang tangan atas (humerus), 2 tulang hasta (ulna), 2 tulang
pengumpil (radius), 16 tulang pergelangan tangan (carpal), 10 tulang telapak
tangan (metacarpal), dan 28 tulang jari tangan (phalanx).
2.
Tungkai Bawah (extremitas inferior) yang terdiri dari tulang panggul dan tulang kaki.
Untuk gelang panggul itu sendiri disusun oleh 2 tulang usus (illium), 2 tulang
kemaluan (pubis), dan 2 tulang duduk (ischium). Untuk tulang kaki disusun oleh
2 tulang paha (femur), 2 tulang lutut (patella), 2 tulang betis (fibula), 2
tulang kering (tibia), 14 tulang pergelangan kaki (tarsal), 10 tulang telapak
kaki (metatarsal), dan 28 tulang jari kaki (phalanx).
2. Menurut Bentuknya, tulang dikelompokkan menjadi :
a). Tulang Pipa
Tulang Pipa disebut tulang pipa karena tulang ini berbentuk seperti pipa dengan rongga
besar di tengahnya dan rongga-rongga kecil di kedua ujungnya yang membesar.
Rongga besar pada tulang ini memiliki sumsum kuning yang kaya akan lemak yang
berfungsi sebagai cadangan makanan. Sedangkan rongga kecil berisi sumsum merah
yang berfungsi untuk pembentukan sel darah. Yang termasuk ke dalam kelompok
tulang pipa ialah tulang paha, tulang pengumpil, tulang kering dan tulang
betis.
b). Tulang Pipih
Bentuknya yang pipih serta kaya akan sumsum merah
membuat tulang ini berperan penting sebagai tempat pembentukan sel-sel darah ,
baik merah maupun putih. Yang tergolong dalam tulang pipih adalah tulang
tengkorak, tulang panggul, tulang rusuk, dan tulang belikat.
c)
Tulang Pendek
Tulang ini disebut tulang pendek karena bentuknya yang pendek dan bulat
dengan rongga-rongga kecil yang kaya akan sumsum tulang. Tulang yang terolong
dalam tulang pendek seperti tulang pergelangan tangan, tulang pergelangan kaki,
tulang lutut, dan ruas-ruas tulang belakang.
d)
Tulang Tak Beraturan
Tulang Tak Beraturan Disebut demikian karena bentuk tulang ini yang tidak
masuk ke dalam kelompok-kelompok tulang sebelumnya dan juga memang tidak
beraturan. Contoh tulang tak beraturan seperti tulang wajah.
3. Menurut letaknya, tulang
dikelompokkan menjadi :
·
Tulang Kepala
·
Tulang Badan
·
Tulang Anggota Gerak
c. Persendian dalam Sistem Rangka
1.
Sendi Mati
Sendi Mati yaitu sendi yang tidak memiliki celah sehingga tidak
memungkinkan tulang-tulang yang dihubungkan oleh sendi ini dapat bergerak.
Contohnya adalah sendi antara tulang kepala.
2. Sendi Kaku
Sendi Kaku yaitu suatu hubungan antar tulang yang memungkinkan seidkit pergerakan,
seperti sendi antara tulang rusuk dan tulang dada.
|
Jenis - Jenis Sendi Pada Sistem Rangka
|
3.
Sendi Gerak
Sendi Gerak yaitu suatu perhubungan tulang yang pergerakannya bebas baik ke satu arah,
dua arah, maupun ke segala arah.
Sendi gerak dibagi lagi menjadi :
·
Sendi Engsel, yaitu sendi yang pergerakannya menyerupai pintu yang hanya dapat bergerak
ke satu arah. Contohnya adalah sendi siku dan lutut.
·
Sendi Pelana, yaitu sendi yang memungkinkan gerakan ke dua arah, seperti sendi
pergelangan tangan dan sendi antar ibu jari
· Sendi
Peluru, yaitu sendi yang memungkinkan
pergerakan ke segala arah, seperti sendi antara panggul dan paha.
· Sendi Putar, yaitu sendi yang memungkinkan satu tulangnya
berputar pada porosnya, dan tulang lainnya sebagai porosnya. Contohnya adalah
persendian antara tulang pengumpil dan tulang hasta.
C. Sistem Otot
Otot adalah jaringan yang ada didalam
tubuh manusia,berupa alat gerak aktif yang menggerakan tulang sehingga
menyebabkan suatu organisme atau individu dapat bergerak.otot bekerja dengan
cara berkontraksi dan berelaksasi.
Ø Fungsi Sistem Otot
·
menghasilkan
gerakan contohnya: berjalan,mengangkat,dan memegang,menggerakkan jantung.
a. Macam-macam otot dan ciri-cirinya
1. Otot Polos
Ciri-ciri
otot polos adalah antara lain sebagai berikut :
a.
Berbentuk gelendong, memanjang dan ujung runcing.
b.
Jumlah inti sel satu dan terletak di tengah.
c.
Tidak mempunyai garis melintang.
d.
Bekerja secara Involunter
(arti involunter adalah diluar kehendak).
e.
Kecepatan kontraksi paling lambat.
f.
Mampu berkontraksi lama dan tidak cepat lelah.
g. Terdapat pada dinding penyusun organ-organ
tubuh bagian dalam. Contohnya seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan,
saluran reproduksi, pembuluh darah dan getah bening.
2. Otot Lurik (otot serat / otot rangka)
Ciri-ciri otot lurik adalah
antara lain sebagai berikut :
a. Berbentuk memanjang, silindris
dan ujung tumpul (serabut).
b. Jumlah inti sel banyak dan
terletak di tepi.
c. Terdapat garis melintang.
d. Bekerja secara Volunter
(arti volunter adalah sesuai kehendak).
e. Kontraksi paling cepat, akan tetapi mudah lelah.
f. Menempel pada rangka atau tulang.
3. Otot Jantung
Ciri-ciri otot
jantung adalah antara lain yakni sebagai berikut :
a. Berbentuk
memanjang, silindris, serabut sel bercabang dan menyatu.
b. Jumlah inti sel
banyak terletak di tengah.
c. Terdapat garis melintang.
d. Memiliki discus interkalaris (arti discus interkalaris
adalah pertemuan dua sel yang tampak gelap jika dilihat dengan mikroskop.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Sistem integumen adalah adalah
sistem pelindung yang melapisi tubuh dan terdiri atas kuku,rambut,kulit beserta
unsur yang terkait seperti kelenjar minyak dan keringat. Fungsi sistem
integumen yaitu Memberikan perlindungan terhadap organ dan jaringan internal
tubuh,Melindungi terhadap invasi kuman dan penyakait,Melindungi tubuh dari
bahasa dehidrasi, Menanggapi dan merespon suhu tubuh,Membantu mengeluarkan
limbah,Bertindak sebagai reseptor terhadap sentuhan,tekanan,nyeri,udara,panas
dan dingin,Tempat penyimpanan air dan lemak.Bagian-bagian sistem integumen
yaitu kulit
2. Sistem rangka merupakan suatu sistem
yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong
dan melindungi.fungsi sistem rangka yaitu Memberi topangan dan bentuk
tubuh,Pergerakan,Perlindungan,Membentuk sel darah. Tempat penyimpanan mineral,Sistem
ini juga memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel
darah dan tempat melekatnya otot rangka.Bagian-bagian sistem rangka yaitu
rangka aksial dan rangka apendikular.
3. Otot adalah jaringan yang ada
didalam tubuh manusia,berupa alat gerak aktif yang menggerakan tulang sehingga
menyebabkan suatu organisme atau individu dapat bergerak.otot bekerja dengan
cara berkontraksi dan berelaksasi.Fungsi Sistem Otot yaitu menghasilkan
gerakan.
B. Saran
Dalam
makalah ini di harapkan para pembaca bisa memahami fungsi tentang sistem
integumen (kulit). Maka dari itu, penulis menyarankan agar menjaga kulit dengan
baik. Mengingat peranan penting dari kulit. Dan dari uraian di atas juga
penulis berharap agar kita bisa memahami
betapa pentingnya sistem rangka pada manusia. Dengan adanya makalah ini dapat
memberikan manfaat yang banyak bagi kita semua.
Semoga
makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Dan semoga dengan adanya
materi pada makalah ini bisa menunjang pembelajaran dan diskusi di dalam
kelas.Penyusun makalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi
kelancaran dan kesempurnaan penyusunan makalah berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar