ALAT LABORATORIUM DAN KEGUNAANYA





MAKALAH

ALAT-ALAT RINGAN LABORATORIUM
DAN KEGUNAANYA
Tujuan Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah  : TEKNIK LABORATORIUM BIOLOGI
Dosen Pengampu: JUNADI M.Pd.
 



DISUSUN OLEH:
NAMA: SENDI OKTA SAPUTRA
NIM:1701140498
KELAS: B
SEMESTER: SATU(1)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKARAYA
TAHUN AJARAN 2017/2018


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul tentang” ALAT-ALAT RINGAN LABORATORIUM DAN KEGUNAANYA” yang baik dan tepat pada waktunya.
 Makalah ini disusun penulis agar pembaca dapat mengenal”Macam-Macam Alat Laboratorium”beserta fungsi alat alat tersebut.
 Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada penulis umumnya dan pembaca khususnya.
 penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun  makalah ini. Oleh karena itu,  kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna kesempurnaan makalah ini dan pembuatan makalah kedepan.
Atas perhatian dan waktunya, penulis sampaikan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb

                                                                                               




Palangkaraya,18 Oktober 2017



                                                                                                Penyusun








i


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................................1
B. Rumusan Masalah................................................................................................1
C. Tujuan .................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
A. Alat-Alat Laboratorium...................................................................................2-9

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................................10
B. Saran..................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA








ii



 BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegunaan  alat – alat laboratorium harus diketahui mahasiswa,agar tidak terjadi kesalahan saat pemakaian alat – alat laboratorium. Selain itu,keselamatan dari alat – alat laboratorium harus diperhatikan agar terjaga kualitasnya. Maka dari itu alat – alat laboratorium dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu alat – alat ringan dan alat – alat berat. Alat ringan biasanya terbuat dari kayu, gelas, plastik, karet. Sebagian besar alat – alat Laboratorium terbuat dari gelas.
Alat gelas yang digunakan di laboratorium umumnya merupakan gelas boroksilikat. Gelas ini terbuat dari kuarsa / silikat oksida berkualitastinggi, boron oksida, aluminium oksida, dan natrium oksida. Gelas jenis ini mencair pada suhu agak tinggi dan mempunyai angka mulai yang kecil, oleh karena itu dapat dipanaskan hingga suhu tinggi dan dapat direndam didalam air dingin atatu es tanpa terjadi keretakan atau pecah. Selain itu gelas boroksilikat juga tidak bereaksi dengan bahan kimia sehingga cocok digunakan sebagai alat gela laboratorium. Di dalam perdagangan jenis gelas ini dikenal dengan berbagai merk seperti : Pyrex, Yena, Vycor, Duran, Schott, Assistant dan ssebagainya.
B.  Rumusan Masalah
A. Bagaimana kegunaan alat laboratorium?
1.3 Tujuan
A. Mengetahui kegunaan alat laboratorium?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Alat-Alat Laboratorium dan Kegunaanya
1. Gelas Kimia (Beaker Glass)
Fungsi :
  • Sebagai tempat melarutkan zat.
  • Tempat memanaskan.
  • Menguapkan larutan / air.
2. Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)
 
Fungsi :
  • Labu erlenmeyer dengan tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan kuat, dihubungkan dengan alat ekstraksi, alat destilasi dan sebagainya.
  • Labu erlenmeyer tanpa tutup asah digunakan untuk titrasi dengan pengocokkan lemah hingga sedang.

3. Tabung Reaksi (Test Tube)
Fungsi :
  • Mereaksikan larutan.
  • Untuk memanaskan sampel atau cairan.
4. Labu Ukur (Volumetrik Flask)
Fungsi : Digunakan untuk mencampurkan larutan.
5. Gelas Ukur (Measuring Cylinders)
Fungsi :
  • Dapat digunakan untuk merendam pipet dalam asam pencuci
  • Gelas ukur yang dilengkapi dengan tutup asah digunakan untuk melarutkan zat hingga volume tertentu.



6. Buret (Burettes)
Fungsi : Memberikan secara tetes demi tetes sejumlah volume larutan yang diketahui dengan teliti pada proses titrasi.
7. Corong (Funnels)
 
Fungsi : digunakan untuk menyaring zat cair atau sampel padat.
8. Pipet Volume (Volumentric Pipettes)
Fungsi : memipet atau memindahkan volume cairan dengan teliti.
9. Pipet Ukur (Graduated Pipettes)
Fungsi : digunakan untuk mengambil, memindahkan atau memipet sejumlah volume secara tidak teliti.



10. Desikator (Desiccators)
Fungsi :
  • Digunakan untuk mendinginkan bahan atau alat gelas (misalnya ; krus porselin, botol timbang) setelah dipanaskan dan akan ditimbang.
  • Mengeringkan bahan atau menyimpan zat atau bahan yang harus diliindungi terhadap pengaruh kelembapan udara.
11. Batang Pengaduk (Strirring Rod)
                         
Fungsi :
  • Digunakan untuk mengaduk larutan atau suspensi yang umumnya berada pada gelas kimia, Erlenmeyer atau tabung reaksi.
  • Digunakan pula sebagai alat bantu untuk memindahkan cairan dari suatu bejana ke bejana lain.
12. Gelas Arloji (Watch Glasses)
Fungsi : wadah menimbang zat padat dan untuk menutup labu pada proses pemanasan.


13. Corong Pisah (Separatory Funnels)
Fungsi : digunakan untuk ektraksi zat, dapat pula mengatur aliran zat cair pada proses kromatografi kolom dan reaksi kimia lainnya.
14. Corong Buchner (Buchner Funnels)
Fungsi : digunakan untuk menyaring dengan cepat terutama jika digunakan pelarut yang mudah menguap.
15. Krus (Crucible)
Fungsi : umumnya digunakan untuk membakar / mengarangkan / mengabungkan zat pada analisis gravimetri.
16. Kondensor (Condensers)
Fungsi : digunakan intuk menggembungkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses reaksi, sintesa, atau pada sistem destilasi, ekstraksi, saponifikasi, esterifikasi, metilasi dan sebagainya.

17. Cawan Porselin (Dishes Porcelin)
 Fungsi : untuk menguapkan cairan pada suhu yang tidak terlalu tinggi (oven, di atas tangas air, uap, pasir dan sebagainya).
18. Botol Pereaksi (Reagent Bottles)
 Fungsi : menyimpan larutan, khusus untuk penyimpanan asam yang berasap botol dilengkapi dengan penutup bahan atau kap asam.
19. Botol Penetes (Dropping Bottles)
Fungsi : digunakan untuk menyimpan cairan indikator, cairan pewarnaan dan sebagainya.
20. Cawan Petri
Fungsi : digunakan sebagai wadah untuk penyelidikan tropi dan juga untuk mengkultur bakteri,khamir, spora, atau biji-bijian. Cawan Petri plastik dapat dimusnahkan setelah sekali pakai untuk kultur bakteri.\


20. Pipet Tetes (Dropping Pipettes)
Fungsi : memindahkan larutan dari satu wadah ke wadah lainnya
21. Botol Timbang (Wlighting Bottles)
Fungsi :
  • Digunakan di dalam menentukan kadar air suatu bahan.
  • Selain itu digunakan untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair.
22. Labu iodium (Iodium Determination Flask)
Fungsi : adapun kegunaan labu iodium adalah untuk mereaksikan zat yang biasanya menghasilkan iodium.
23. Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flasks)
Fungsi : digunakan untuk destruksi atau digesti protein dan dapat pula digunakan sebagai labu destilasi pada hasil destruksi protein.
24. Bunsen
Fungsi : fungsinya untuk menciptakan suasana steril
26. Botol Semprot
Fungsi : Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades juga digunakan untuk membersikan dinding bejana dan sisa-sisa endapan, mengeluarkan air atau cairan dalam jumlah terbatas, untuk membilas peralatan kimia lain atau proses pengenceran dalam suatu wadah misal labu ukur, erlenmeyer,dsb.
25. Rak Tabung
Fungsi : digunakan untuk menempatkan tabung reaksi sesuai ukuran tabung.
26. Penjepit Tabung
Fungsi : Alat Lab ini digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat dipanaskan.
27. Penghisap Pipet (Pipet Filler)
 Fungsi : Untuk menghisap larutan yang akan diukur.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari materi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa;
setiap alat terbuat dari bahan yang berbeda – beda (kayu, gelas dan karet) . Selain itu masing – masing alat laboratorium memiliki fungsi yang berbeda – beda, tergantung jenis alatnya. Namun beberapa diantaranya memiliki fungsi yang sama.
3.2 Saran
Alhamdulillah, penulisan makalah ini terselesaikan dan tersusun secara sistematik. Tetapi penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna,.Maka dari itu penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan makalah ke depannya.semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca khususnya dan penulis pada umumnya.





DAFTAR PUSTAKA

http://muthiaura.wordpress.com/2012/02/28/angka-penting-dan-angka-pasti-2/





Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM INTEGUMEN,RANGKA DAN OTOT

AL-MAKKIYAH DAN AL-MADANIYAH

Ngaji Literasi Dengan Dr. Ngainun Naim, M.Ag